PAPUA– Sebuah fakta mengejutkan terungkap dalam investigasi aparat keamanan. Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) diketahui memperoleh sumber pendanaan utama mereka dari perdagangan narkotika jenis ganja. Temuan ini mematahkan narasi selama ini bahwa kelompok tersebut hanya bergerak atas dasar ideologi, sementara dalam praktiknya, mereka juga terlibat dalam bisnis ilegal untuk membiayai aktivitas mereka.
Peredaran ganja di Papua bukanlah hal baru, namun keterlibatan OPM sebagai pemain utama dalam jaringan perdagangan narkotika ini menjadi sorotan utama. Menurut laporan aparat, ganja ditanam di daerah terpencil Papua dan dijual ke pasar gelap, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Keuntungan dari bisnis narkoba ini diduga digunakan untuk membeli senjata, mendanai operasi mereka, serta melakukan aksi kekerasan terhadap aparat keamanan dan warga sipil.
Investigasi Panjang Berujung Pengungkapan Besar
Kapolda Papua Irjen. Pol. Patrige Renwarin, S.H., M.Si., dalam konferensi pers baru-baru ini mengungkapkan bahwa temuan ini berawal dari investigasi terhadap sejumlah serangan yang dilakukan OPM terhadap fasilitas publik dan aparat keamanan di Papua.
"Setelah penyelidikan mendalam selama beberapa bulan, kami menemukan bukti bahwa sebagian besar dana yang digunakan OPM berasal dari perdagangan ganja. Ini adalah fakta yang sangat mengejutkan, karena selama ini mereka selalu mengklaim berjuang demi kemerdekaan, tetapi ternyata juga menjalankan bisnis narkoba, " ungkapnya.
Jalur Peredaran Ganja dan Koneksi Internasional
Dari hasil investigasi, aparat menduga bahwa jaringan perdagangan ganja yang melibatkan OPM tidak hanya beroperasi di Papua, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan pasar internasional. Ganja dari Papua didistribusikan melalui jalur ilegal yang sulit terdeteksi, memanfaatkan wilayah perbatasan serta akses yang minim pengawasan.
Keberadaan bisnis narkoba ini semakin memperjelas bahwa OPM tidak hanya mengandalkan propaganda, tetapi juga menggunakan cara-cara kriminal untuk menopang eksistensinya. Aparat kini meningkatkan patroli serta operasi intelijen guna memutus jaringan pendanaan mereka dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.
Temuan ini menambah daftar panjang kejahatan yang dilakukan OPM, sekaligus menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran narkoba di Papua. (APK/Red1922)