Anak Kampung Batiling Menjadi Wakil Rakyat DPRD Kota Jaya Pura: Perjalanan Panjang H. Mustang, SH

23 hours ago 6

JAKARTA - Anggota DPRD kota Jaya Pura yang juga alumni SMEA Jurusan Koperasi 2 Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan H.Mustang SH saat dihubungi lewat telepon selulernya Kamis Malam (8/1/2026) yang kini sedang melakukan tugas negara di Jakarta 

Perjalanan hidup Sekretaris Komisi C DPRD Kota Jayapura, H. Mustang, SH, menjadi kisah inspiratif tentang ketekunan, kerja keras, dan pengabdian. Lahir pada 4 Maret 1969 di Kampung Batiling, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, Mustang tumbuh dari keluarga sederhana dengan penuh keterbatasan.

Masa pendidikannya dihabiskan di Pangkep, mulai dari SD, SMP, hingga menempuh pendidikan di SMEA Pangkep jurusan Koperasi dan lulus pada tahun 1989. Kondisi belajar saat itu sangat memprihatinkan, ruang kelas hanya berdinding gamacca dari bambu, beralas tanah, namun tak menyurutkan semangatnya untuk menuntut ilmu.

Untuk membiayai pendidikannya, Mustang harus berjuang sendiri sejak muda. Ia menjual kacang tanah, mengambil pasir dan kerikil di sungai Kampung Jennae, Kelurahan Sapanang, Kecamatan Bungoro, demi bertahan hidup dan tetap sekolah.

Setelah lulus SMEA, Mustang sempat mendaftar dan dinyatakan lulus di perguruan tinggi. Namun, keterbatasan ekonomi memaksanya mengubur impian kuliah. Tak menyerah, ia beralih menjual ayam kampung sebagai upaya bertahan dan mencari modal hidup.

Kisah perjuangan ini kembali dikenang saat Mustang berbincang dengan wartawan Herman Djide, yang juga alumni SMEA Pangkep dan sahabat dekatnya semasa sekolah. Dalam suasana penuh keakraban, Mustang mengenang masa-masa sulit yang membentuk mental dan karakternya hingga hari ini.

Herman Djide mengenang Mustang sebagai sosok penuh ide dan keberanian. Ia bercerita bahwa Mustang kerap singgah di rumahnya di Kampung Katapang, Kelurahan Samalewa, Kecamatan Bungoro, dengan berbagai usaha yang dijalani, meski sering dijalankan tanpa banyak pertimbangan panjang.

Tahun 2004 menjadi titik balik hidup Mustang. Ia meninggalkan kampung halaman Pangkep dan merantau ke Jayapura, Papua, dengan tekad mengubah nasib. Awal kedatangannya di Papua, Mustang bekerja sebagai sopir rental mobil “kuda” selama sekitar tiga tahun.

Berkat kerja keras dan ketekunan, pada tahun 2009 Mustang mendirikan perusahaan CV Akbar Papua. Perusahaan ini mulai mengikuti tender dan berhasil memenangkan sejumlah proyek bangunan, termasuk proyek kantor DPRD Kota Papua serta pekerjaan di sektor PLN.

Seiring perkembangan usaha, CV tersebut kemudian ditingkatkan menjadi PT Akbar Papua Perkasa. Jabatan Direktur Utama dipercayakan kepada putranya, Akbar, sebagai bentuk regenerasi dan kepercayaan keluarga dalam dunia usaha.

Kiprah Mustang di Papua semakin dikenal luas. Ia bahkan dipercaya menjadi Ketua Panitia dalam kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Kota Papua, sebuah amanah besar yang mencerminkan kepercayaan dan reputasinya di tengah masyarakat.

Sebelum terjun ke dunia politik, Mustang dikenal sebagai pengusaha sukses yang memiliki enam perusahaan berbentuk PT. Meski demikian, keberhasilan materi tidak membuatnya lupa pada akar perjuangan dan penderitaan masyarakat kecil.

Dorongan untuk mengabdi kepada masyarakat akhirnya membawa Mustang masuk ke dunia politik. Ia bergabung sebagai pengurus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan aktif membangun komunikasi dengan berbagai lapisan masyarakat.

Kepercayaan rakyat mengantarkan H. Mustang, SH, duduk di kursi DPRD Kota Jayapura. Ia kemudian dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Komisi C, komisi yang membidangi pembangunan dan infrastruktur.

Dalam setiap langkahnya sebagai wakil rakyat, Mustang kerap menegaskan bahwa pengalaman hidupnya yang penuh keterbatasan menjadi landasan kuat untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat kecil, khususnya di bidang pembangunan dan kesejahteraan.

Dari ruang kelas berdinding bambu hingga ruang sidang DPRD, perjalanan H. Mustang, SH, menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih mimpi. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa kerja keras, keberanian merantau, dan niat mengabdi dapat mengubah nasib sekaligus membawa manfaat bagi banyak orang.( Herman Djide)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |