Kapolda Jabar Sebut  Pertandingan  El Clasico Persib VS Persija di Bandung Perlu Sportifitas, Sehingga Ciptakan Situasi Damai dan Meriah

23 hours ago 5

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan memimpin rapat koordinasi pengamanan pertandingan Liga 1 Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta, Kamis (8/1/2026), di Polrestabes Bandung. Rapat tersebut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat, Karo Ops Polda Jabar, Kapolrestabes Bandung, Dandim 0618 Bandung, Pejabat Utama Polda Jabar, unsur panitia penyelenggara, TNI, Dishub, Satpol PP, serta para Kabag Ops Polres jajaran.

Usai rapat, Irjen Pol Rudi Setiawan menyampaikan bahwa laga Persib kontra Persija merupakan pertandingan besar yang selalu dinantikan oleh pecinta sepak bola Indonesia dan tidak boleh dimaknai sebagai ajang konflik maupun kerusuhan. Menurutnya, El Clasico Indonesia harus menjadi pertandingan yang menjunjung tinggi sportivitas dan prestasi kedua klub.

“Pertandingan Persib melawan Persija adalah pertandingan yang ditunggu oleh seluruh pecinta sepak bola Indonesia, bukan untuk konflik dan rusuh, tetapi pertandingan yang sarat prestasi dan sejarah dua klub besar. Kita ingin menciptakan suasana yang seru, damai, aman, dan meriah, ” ujar Rudi.

Kapolda menjelaskan, berdasarkan catatan sejarah, Persib dan Persija telah bertemu sebanyak 167 kali, dengan Persib mencatatkan 62 kemenangan. Dari sisi prestasi, Persib telah meraih delapan gelar juara, sementara Persija enam kali menjadi juara. Saat ini, kedua tim juga berada pada persaingan ketat di papan atas klasemen Liga 1 Super League 2025/2026 dengan perolehan poin yang sama, yakni 34 poin.

Kapolda Jabar mengimbau kepada para Bobotoh agar tidak memaksakan diri datang ke stadion apabila tidak memiliki tiket. Ia menegaskan bahwa panitia penyelenggara tidak akan memberikan toleransi kepada penonton tanpa tiket, meskipun mendekati waktu pertandingan.

“Jangan memaksakan diri menonton dengan segala cara jika tidak memiliki tiket. Panpel tidak akan memberikan kesempatan masuk ke stadion bagi penonton yang tidak memiliki tiket, dan Polri akan melakukan pengamanan untuk itu, ” tegasnya.

Kapolda juga melarang penonton membawa minuman keras, senjata tajam, maupun benda keras seperti besi dan batu, termasuk bunga api atau flare. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran tersebut dapat berujung pada sanksi berat bagi klub, dengan denda yang pernah mencapai ratusan juta rupiah pada pertandingan sebelumnya.

“Ini akan sangat merugikan tim Persib yang saat ini sedang bersaing ketat di puncak klasemen. Kami tidak ingin ada tindakan yang justru merugikan klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat, ” katanya.

Selain itu, Rudi meminta Bobotoh untuk tidak melakukan razia kendaraan berpelat B Jakarta, karena belum tentu kendaraan tersebut milik pendukung Persija. Ia juga mengingatkan agar tidak terpancing emosi untuk menyerang rombongan Persija maupun oknum penyusup yang berpotensi memicu konflik.

Kapolda Jabar turut mengungkapkan adanya peredaran tiket palsu yang dijual secara terbuka di media sosial maupun secara langsung dengan harga murah. Menurutnya, mafia tiket masih aktif dan menjadi perhatian serius aparat keamanan.

“Kami bersama pengamanan gabungan dan panitia penyelenggara akan mengamankan pertandingan ini serta memberikan pelayanan maksimal kepada pemain dan penonton yang antusias, ” ujarnya.

Sementara itu, kepada pendukung Persija Jakarta atau The Jak Mania, Kapolda menegaskan larangan hadir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api sesuai dengan keputusan panitia dan PSSI. Ia juga meminta agar tidak melakukan provokasi maupun ujaran kebencian di media sosial yang dapat memicu konflik antarsuporter.

Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan komitmen seluruh unsur pengamanan untuk menjaga kondusivitas pertandingan El Clasico Indonesia agar berlangsung aman, tertib, dan sukses. Kapolda Jabar pun menegaskan harapannya agar seluruh pihak mendukung terciptanya suasana damai.

“Salam satu hati, Persib juara, ” tutup Rudi.

Bandung 8 Januari 2026

Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

Read Entire Article
Karya | Politics | | |