BARRU— Menyikapi keluhan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di sejumlah rumah kos, Lurah Mangempang Lurah Mangempang Hj. Nurmaya, S.Sos, MM. Ia mengambil langkah proaktif dengan berkoordinasi bersama Kapolsek Barru dan Danramil setempat untuk melakukan razia terpadu di wilayah Kelurahan Mangempang.
Warga melaporkan adanya penghuni kos yang diduga kerap mengganggu ketertiban, mulai dari keluar malam hingga larut, membawa tamu tidak dikenal, hingga dugaan penyalahgunaan minuman keras dan narkoba. Kondisi tersebut membuat masyarakat resah dan khawatir akan berdampak pada keamanan lingkungan.
“Kami menerima banyak laporan dari warga tentang aktivitas di beberapa kos-kosan yang dianggap tidak wajar. Untuk itu, kami tidak tinggal diam. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI untuk segera menindaklanjuti, ” jelas Lurah Hj. Maya. Minggu (03/8/2025)
Kapolsek yang turut dilibatkan menyatakan bahwa razia akan dilakukan secara terukur dan humanis, dengan tetap memperhatikan hak-hak penghuni. “Razia ini bukan semata-mata untuk menakut-nakuti, tapi sebagai upaya menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat, ” ujarnya.

Danramil pun menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan razia bersama sebagai bagian dari tugas kewilayahan menjaga stabilitas dan ketentraman warga.
Razia rumah kos direncanakan akan menyasar sejumlah titik yang telah dipetakan berdasarkan aduan warga dan hasil pantauan petugas lapangan. Kegiatan ini juga akan melibatkan unsur Satpol PP dan tokoh masyarakat sebagai bentuk keterlibatan aktif seluruh elemen dalam menjaga keamanan lingkungan.
Masyarakat pun menyambut baik rencana tersebut dan berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin, agar kawasan Mangempang tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan nyaman untuk dihuni.
Kompol Anwar juga mengungkapkan bahwa dalam patroli tersebut, petugas menemukan 3 pasangan bukan suami istri di sebuah kamar kos yang berada Jl. Bau Massepe (Jampue), Kelurahan Mangempang.
"Ketiga pasangan ini digelandang ke Polsek Barru untuk diinterogasi dan membuat pernyataan. Kemudian petugas menghubungi orang tua masing-masing", terang Kompol Anwar.
(red-jni)













































