Bondowoso (09/01/2026) - Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso menerima kunjungan koordinasi Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Situbondo, Suwono, dalam rangka pembahasan rencana kerja sama program ketahanan pangan melalui budidaya tanaman padi di wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Prajekan. (09/01/2026).
Kegiatan koordinasi ini merupakan bagian dari upaya Perhutani dalam mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) melalui penguatan sinergi lintas sektor serta optimalisasi pemanfaatan kawasan hutan secara produktif, terencana, dan akuntabel. Rencana pemanfaatan lahan seluas ±1, 00 hektare tersebut diarahkan untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dengan tetap memperhatikan fungsi utama kawasan hutan dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Administratur Perum Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, S.Hut., menyampaikan bahwa rencana kerja sama ini sejalan dengan komitmen Perhutani dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Menurutnya, program penanaman padi yang melibatkan warga binaan Lapas Situbondo tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial positif melalui pembinaan kemandirian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Melalui kolaborasi ini, Perhutani berupaya mewujudkan pengelolaan kawasan hutan yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), ” ujar Misbakhul Munir.
Sementara itu, Kalapas Situbondo Suwono menjelaskan bahwa keterlibatan warga binaan dalam kegiatan budidaya padi merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan produktif. Program tersebut diharapkan dapat menjadi sarana rehabilitasi sosial sekaligus mendukung agenda ketahanan pangan pemerintah.
Rencana kerja sama ini selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pembahasan teknis yang meliputi penetapan pola tanam, jadwal pelaksanaan, mekanisme pendampingan teknis, serta sistem pengawasan terpadu. Dengan sinergi antara Perhutani KPH Bondowoso dan Lapas Situbondo, diharapkan program ini dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.@Red.


















































