Seruan Aksi Hari Ini: Masyarakat Desak Hentikan Pemadaman Bergilir dan Copot Kepala PLN ULP Bungku

1 day ago 6

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Gelombang kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan kelistrikan di wilayah Bungku, Kabupaten Morowali, mencapai puncaknya. Dua organisasi masyarakat sipil, Gerakan Rakyat Daerah (GRD) dan KMKB Morowali, menyerukan aksi demonstrasi besar-besaran pada hari ini Jumat, 9 Januari 2026, pukul 10:00 WITA. Aksi ini dipicu oleh praktik pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah merugikan dan mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat.
 
Seruan aksi yang beredar luas di media sosial dan kalangan masyarakat ini memuat tiga tuntutan utama. Pertama, masyarakat mendesak PLN untuk segera menghentikan pemadaman listrik bergilir yang telah menjadi momok bagi warga Bungku. Pemadaman yang terjadi tanpa jadwal yang jelas dan berlangsung dalam durasi yang tidak menentu telah menyebabkan aktivitas ekonomi terhambat, kegiatan belajar mengajar terganggu, dan pelayanan publik menjadi tidak optimal.
 
Tuntutan kedua adalah pencopotan kepala PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Bungku. Masyarakat menilai bahwa kepala PLN ULP Bungku tidak mampu memberikan solusi yang efektif dan bertanggung jawab atas kondisi kelistrikan yang semakin memburuk. Tuntutan ini mencerminkan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan PLN dalam mengatasi masalah kelistrikan di wilayah tersebut.
 
Tuntutan ketiga, masyarakat menuntut agar PLN segera memenuhi hak-hak konsumen yang telah terabaikan. Masyarakat merasa bahwa mereka telah membayar tagihan listrik secara rutin, namun tidak mendapatkan pelayanan yang memadai. Mereka menuntut agar PLN memberikan kompensasi atas kerugian yang dialami akibat pemadaman listrik dan meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan secara keseluruhan.
 
"Titik kumpul peserta aksi berada di Lampu Merah Fonuuansingko, kemudian akan bergerak ke titik aksi di kantor PLN ULP Bungku Tengah, " demikian informasi yang tertera pada poster seruan aksi. Nomor kontak 0822-9326-9722 juga disediakan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut terkait aksi ini.
 
Visual pada poster menunjukkan gambaran masyarakat yang mengangkat suara dengan membawa spanduk bertuliskan "STOP PEMADAMAN LISTRIK!" dan "PLN JANGAN MATIKAN RAKYAT!", mengindikasikan rasa kecemasan dan ketidakpuasan yang mendalam terhadap kondisi kelistrikan saat ini. Gerakan ini juga menggunakan tagar #hentikanpemadamanbergilir untuk menyebarkan pesan perjuangan secara luas dan mendapatkan dukungan dari masyarakat yang lebih luas.
 
GRD dan KMKB Morowali dikenal sebagai organisasi masyarakat sipil yang aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat di Kabupaten Morowali. Kedua organisasi ini memiliki rekam jejak yang panjang dalam mengadvokasi isu-isu publik dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat. Aksi demonstrasi ini merupakan salah satu bentuk upaya mereka untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong perubahan yang lebih baik dalam pelayanan publik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN belum memberikan tanggapan resmi terkait seruan aksi dan tuntutan masyarakat. Media ini akan terus berupaya untuk mendapatkan klarifikasi dan penjelasan dari pihak PLN mengenai masalah kelistrikan di Bungku dan akan menyampaikan informasi tersebut kepada publik secepatnya. Masyarakat berharap agar aksi demonstrasi ini dapat membuka mata pihak PLN dan pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan nyata dalam mengatasi masalah kelistrikan di Bungku dan meningkatkan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan.

Untuk diketahui, sejak kepemimpinan Kepala PLN ULP Bungku, Ika Safitri Ismail, pemadam listrik sangat intens. Masyarakat binggung ketika melakukan komunikasi ke pihak PLN ULP Bungku, upaya dilakukan masyarakat kendati berkali-kali bukannya di respon malah nomor WhatsApp di blokir oleh kepala PLN ULP Bungku.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |