Alumni PCINU se-Dunia Dorong Penguatan Kelembagaan dan Peran Internasional NU

4 hours ago 6

KEDIRI — Forum Alumni Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama atau PCINU se-Dunia mendorong penguatan kelembagaan, diplomasi internasional, optimalisasi peran alumni, serta penguatan solidaritas global dalam pendidikan NU.

Dorongan tersebut mengemuka dalam Pertemuan Alumni PCINU se-Dunia yang digelar di Lotus Garden Hotel Kediri, Jawa Timur, pada 21 Juni 2026. Pertemuan ini dihadiri sejumlah alumni PCINU dari berbagai negara dan menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat kontribusi jaringan internasional Nahdlatul Ulama.

Dalam forum tersebut, para alumni menilai PCINU memiliki posisi strategis sebagai bagian dari wajah internasional NU. Karena itu, keberadaan PCINU perlu semakin diperkuat melalui regulasi, tata hubungan kelembagaan, serta integrasi program dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU.

“PCINU bukan hanya jaringan warga NU di luar negeri, tetapi juga bagian penting dari ikhtiar internasionalisasi NU. Karena itu, penguatan kelembagaan dan arah kebijakan yang jelas menjadi kebutuhan mendesak, ” demikian salah satu poin pandangan yang mengemuka dalam forum tersebut.

Forum Alumni PCINU se-Dunia menghasilkan empat rekomendasi utama. Pertama, penguatan kelembagaan PCINU melalui penataan regulasi dan hubungan kerja antara PBNU dan PCINU agar program-program internasional NU dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.

Kedua, forum mendorong penguatan peran PCINU dalam diplomasi internasional. PCINU diharapkan dapat menjadi representasi resmi NU di tingkat global sekaligus mengambil bagian dalam diplomasi publik atau *second-track diplomacy* yang sejalan dengan kebijakan PBNU.

Ketiga, para peserta menekankan pentingnya optimalisasi peran alumni PCINU. Jaringan alumni dinilai sebagai aset strategis yang dapat berkontribusi dalam penguatan organisasi NU maupun dalam berbagai bidang profesional, baik di Indonesia maupun di ranah internasional.

Keempat, forum menyoroti pentingnya penguatan solidaritas global dalam sistem pendidikan NU. Nilai kolaborasi, kerja sama lintas bangsa, dan keterbukaan global dinilai perlu ditanamkan dalam pendidikan NU agar generasi muda mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam menghadapi tantangan dunia.

Forum tersebut juga menegaskan komitmen bersama untuk terus memperkuat jejaring internasional NU. Para alumni PCINU berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi masukan strategis bagi PBNU dalam memperluas kiprah NU di tingkat global.

Pertemuan Alumni PCINU se-Dunia di Kediri diikuti oleh sejumlah tokoh alumni, antara lain Dr. H. Hilmy Muhammad, MA. dari Alumni PCINU Sudan; H. Abdul Latif Malik, Lc., M.Pd. dari Alumni PCINU Suriah; Dr. Eng. H. Muhammad Kozin dari Alumni PCINU Jepang; H. Nasrullah Sudirman, Lc., M.Pd.I. dari Alumni PCINU Libya; serta sejumlah alumni dan perwakilan PCINU lainnya.

Forum ini juga dihadiri H. M. Hilmi Ashhiddiqie Al Aroky, H. Abdul Wahab Nafán, MA., Ph.D., Dr. H. Muhammad Shohib Rifa’i, MA, H. Hery Haryanto Azumi, Dr. H. Fadli Yasir, H. Ahmad Azim Aufaq, dan KH. Muhammad Tajul Mafachir.

Melalui pertemuan tersebut, alumni PCINU se-Dunia menegaskan bahwa jaringan internasional NU perlu terus diperkuat sebagai bagian dari kontribusi organisasi bagi bangsa, umat, dan masyarakat global. (PERS) 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |