MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pemerintah Kabupaten Morowali terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan pelayanan publik hingga ke wilayah kepulauan. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pembangunan Desa Terpadu di tiga kecamatan kepulauan sebagai pusat pengembangan pelayanan dan pembangunan.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, saat memberikan sambutan di Balai Desa Sainoa, Kecamatan Bungku Selatan, Senin (13/7/2026).
Iksan menjelaskan, program Desa Terpadu merupakan bagian dari komitmen awal pemerintah daerah untuk memastikan pembangunan di wilayah kepulauan berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan memberikan manfaat yang merata bagi masyarakat.
"Seperti komitmen awal bagaimana membangun desa terpadu di tiga kecamatan. Salah satunya di Bungku Selatan, yaitu Desa Sainoa, kemudian di Kecamatan Sombori Kepulauan, Desa Masadian, dan di Kecamatan Menui Kepulauan, Desa Samarengga, " ujar Iksan.
Menurutnya, keberadaan Desa Terpadu akan menjadi titik awal dalam memperkuat pelayanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan masyarakat di kawasan kepulauan yang selama ini memiliki tantangan geografis tersendiri.
Bupati juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) agar menyamakan data antara wilayah daratan dan kepulauan. Hal tersebut dinilai penting agar setiap program pembangunan, penganggaran, maupun kunjungan kerja pemerintah dapat menjangkau seluruh wilayah secara proporsional.
"Artinya, teman-teman dinas terkait harus menyamakan data darat dan kepulauan, sehingga setiap kunjungan kerja maupun program pembangunan juga selalu terarah ke wilayah kepulauan, " tegasnya.
Lebih lanjut, Iksan menegaskan bahwa pembangunan Desa Terpadu tidak berarti pemerintah hanya akan memprioritaskan tiga desa tersebut. Desa Sainoa, Masadian, dan Samarengga dipilih sebagai lokasi awal pengembangan, sementara pembangunan di desa-desa kepulauan lainnya tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah sesuai kebutuhan dan skala prioritas.

Menurutnya, konsep Desa Terpadu diharapkan mampu menjadi model pengembangan wilayah yang dapat mempercepat pemerataan pelayanan publik, meningkatkan kualitas infrastruktur dasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan kepulauan.
Dengan program tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali menargetkan tidak ada lagi kesenjangan pembangunan maupun pelayanan antara masyarakat yang berada di wilayah daratan dan kepulauan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen pemerintah daerah untuk menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Morowali.

















































