JENEPONTO, SULSEL - Bupati Jeneponto, H. Paris Yasir terus menunjukkan komitmemnya dalam mendorong lahirnya inovasi daerah yang terus berkembang menjadi model inovasi pelayanan publik yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat.

Dipertemuan Seminar Evaluasi Proyek Perubahan Peserta Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IV Tahun 2026 yang berlangsung di Kampus BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan, Makassar pada Rabu, (29/7/206). Bupati Jeneponto, Paris Yasir memprestasikan sejumlah inovasi yang memantik perhatian peserta lain. Seperti, Inovasi TANGKAS, GESIT DATA PRESISI, dan SI-PAKATAU.
Bupati Paris Yasir memaparkan bahwa inovasi TANGKAS, merupakan sebuah sistem penguatan tata kelola administrasi kepegawaian ASN berbasis digital. Sedangkan, inovasi GESIT DATA PRESISI, berfokus pada integrasi dan validasi data untuk percepatan penurunan stunting.
Kemudian, lanjut kata Bupati, inovasi SI-PAKATAU, dirancang untuk memperkuat perlindungan dan meningkatkan kemandirian tenaga kerja maritim.

Bupati Paris Yasir mengatakan bahwa inovasi yang lahir dari para peserta PKN ini, harus mampu diimplementasikan secara berkelanjutan sehingga memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Setiap inovasi yang lahir harus memberikan manfaat nyata. Pemerintah Kabupaten Jeneponto akan terus mendukung berbagai terobosan yang mampu memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjawab kebutuhan masyarakat, " ujar Paris.
Bupati Jeneponto, Paris Yasir tampil lebih memukau didampingi tiga pejabatnya, yakni. Pj. Sekda Aspa Muji, Kepala BKPSDM, Ahmad Saparuddin, Kepala Dinas P2K, Dr. St. Meriam, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Abdul Mushahawwir.
Kehadiran semua unsur Pemerintahan Kabupaten Jeneponto di kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan penuh terhadap para pejabat yang tengah mempresentasikan proyek perubahan sebagai bagian dari implementasi kepemimpinan transformasional dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Bupati Paris Yasir menegaskan bahwa proyek perubahan merupakan wujud nyata kepemimpinan yang mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan pemerintahan.
"Seminar evaluasi ini menjadi tahapan penting bagi para peserta PKN Tingkat II untuk memaparkan hasil implementasi proyek perubahan yang telah dijalankan di instansi masing-masing sekaligus memperoleh masukan dari tim penguji guna penyempurnaan inovasi yang dikembangkan, " pungkasnya. (**)

















































