KEDIRI KOTA - Peran krusial Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri di tengah masyarakat menjadi sorotan utama saat Kepala Korps Pembinaan Masyarakat (Kakorbinmas) Baharkam Mabes Polri, Irjen Pol. Mardiyono, S.I.K., M.Si., melakukan kunjungan kerja ke Polres Kediri Kota pada Senin, 13 Juli 2026. Kunjungan ini menandai komitmen mendalam untuk mengoptimalkan fungsi Bhabinkamtibmas dalam melayani dan melindungi warga.
Dalam pertemuan yang berlangsung dari pukul 10.30 hingga 13.30 WIB, Irjen Pol. Mardiyono memberikan arahan strategis kepada jajaran Bhabinkamtibmas Polres Kediri Kota dan Polda Jawa Timur. Fokus utama meliputi penguatan konsep pemolisian masyarakat, peningkatan kemampuan problem solving, serta pentingnya membangun fondasi kepercayaan publik yang kokoh terhadap institusi Polri.
Kedatangan rombongan Kakorbinmas Baharkam Mabes Polri disambut hangat oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Dr. Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H., beserta jajaran pimpinan di Mapolres Kediri Kota. Sebelumnya, Kapolres telah memimpin persiapan matang untuk kunjungan penting ini, menekankan pentingnya penyambutan terbaik bagi tamu kehormatan.
Suasana hangat terasa tak lama setelah kedatangan rombongan. Irjen Pol. Mardiyono menyempatkan diri meninjau langsung kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Mapolres Kediri Kota. Aksi ini menjadi wujud nyata dukungan Polri dalam upaya ketahanan pangan masyarakat, sebuah inisiatif yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Usai peninjauan, rombongan beralih ke Bale Sekartaji untuk sesi pengarahan yang lebih mendalam. Dirbinmas Polda Jawa Timur, Kombespol Eko Santoso, S.H., dalam sambutannya, menekankan bahwa kemampuan problem solving adalah kunci bagi Bhabinkamtibmas untuk menyelesaikan berbagai persoalan kecil di masyarakat secara cepat, mencegahnya berkembang menjadi masalah hukum yang lebih besar.
"Bhabinkamtibmas merupakan representasi kehadiran Polri di tengah masyarakat. Melalui peran mereka, masyarakat dapat merasakan langsung kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan, " ujar Kombespol Eko.
Irjen Pol. Mardiyono kemudian menegaskan inti dari kekuatan kepolisian, yang tidak hanya terletak pada kapasitas operasional, melainkan pada tingkat kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat. Ia mengingatkan para Bhabinkamtibmas akan tugas mulia mereka.
"Hadir di tengah masyarakat, mengabdi dengan hati, menjaga negeri dari desa dan kelurahan, " pesan Irjen Pol. Mardiyono, menggugah semangat para Bhabinkamtibmas.
Beliau menekankan bahwa seorang Bhabinkamtibmas harus mampu menjadi sosok yang merangkul, memahami seluk-beluk lingkungan tempatnya bertugas, dan memiliki kepekaan untuk menyelesaikan setiap persoalan secara damai. Baginya, seni kepolisian sejati adalah tentang memahami manusia, menghargai keragaman budaya, membangun jembatan kepercayaan, menumbuhkan keteraturan sosial, dan tentu saja, mencapai solusi tanpa kekerasan.
"Tugas Bhabinkamtibmas bukan sekadar melakukan sambang, mengambil dokumentasi, kemudian membuat laporan, tetapi harus mampu mendengar, memahami, membantu, menindaklanjuti, hingga menyelesaikan permasalahan masyarakat, " tegasnya, menekankan esensi pelayanan yang sesungguhnya.
Lebih lanjut, Irjen Pol. Mardiyono berpesan agar kehadiran Bhabinkamtibmas tak hanya terukir dalam dokumentasi, namun tertanam dalam ingatan dan hati masyarakat.
Dalam arahannya, Irjen Pol. Mardiyono juga merinci serangkaian kemampuan dasar yang mutlak dimiliki setiap Bhabinkamtibmas, mulai dari keahlian komunikasi yang efektif, penilaian keamanan, deteksi dini ancaman, hingga pertolongan pertama dalam situasi darurat. Pemanfaatan teknologi dan media sosial pun menjadi salah satu aspek penting yang disorot.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya penerapan gerakan SDB Bhabinkamtibmas: **SAPA**, menyapa minimal satu warga setiap hari; **DENGAR**, mendengarkan keluhan dan aspirasi masyarakat; serta **BANTU**, memberikan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan.
Selain kompetensi individu, para Bhabinkamtibmas diingatkan untuk selalu siap sedia dengan perlengkapan pendukung tugas, mencakup kendaraan roda dua, senter, borgol atau kabel ties, perlengkapan P3K dasar, alat tulis, alat pengatur lalu lintas, dan jas hujan, memastikan kesiapan dalam menghadapi berbagai situasi.
"Kepercayaan masyarakat adalah kekuatan terbesar Polri. Kekuatan Polri tidak hanya diukur dari senjata, tetapi bertumpu pada kepercayaan dan simpati masyarakat, " Irjen Pol. Mardiyono menutup arahannya, menegaskan kembali fondasi utama institusi.
Kunjungan kerja yang berjalan lancar dan kondusif ini menjadi bukti nyata komitmen Polri untuk terus memperkuat peran Bhabinkamtibmas. Kolaborasi erat antara kepolisian dan masyarakat adalah kunci utama dalam mewujudkan keamanan yang berbasis kemitraan yang kuat.

















































