Kisah Gotong Royong di Beoga: Siswa Bawa Kayu dari Rumah, Satgas Yonif 731/Kabaresi Turun Tangan Bangun Pagar Sekolah

6 hours ago 4

PUNCAK - Semangat gotong royong mewarnai pembangunan pagar SMP Negeri 1 Beoga, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Sabtu (11/7/2026). Di tengah keterbatasan sarana, para siswa membawa kayu dari rumah masing-masing, sementara personel Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 731/Kabaresi bersama guru dan warga turun langsung membantu proses pembangunan demi menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.

Pemandangan itu menjadi potret kebersamaan yang lahir dari kepedulian terhadap masa depan pendidikan di wilayah pedalaman Papua. Pagar kayu yang dibangun secara swadaya tersebut diharapkan mampu melindungi lingkungan sekolah dari hewan ternak maupun satwa liar yang kerap memasuki area belajar.

Semangat para siswa yang rela menyumbangkan kayu untuk sekolahnya menarik perhatian personel Satgas Titik Kuat (TK) Beoga. Tanpa diminta, para prajurit bergabung bersama guru dan masyarakat untuk mempercepat penyelesaian pembangunan pagar.

Guru SMP Negeri 1 Beoga, Habel, mengapresiasi kepedulian Satgas yang ikut bergotong royong membangun fasilitas sekolah.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang telah membantu membangun pagar sekolah. Kini anak-anak dapat belajar dengan lebih aman dan nyaman. Kehadiran Satgas memberi semangat baru bagi kami untuk terus memajukan pendidikan di Beoga, " ujar Habel.

Komandan TK Beoga, Kapten Inf M. Obed Reza Maulana, S.T.Han., menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang harus dijaga bersama.

"Kami ingin anak-anak di Beoga belajar dengan tenang tanpa terganggu kondisi lingkungan sekitar. Meski pagar ini sederhana, manfaatnya sangat besar untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kami berharap bantuan ini menjadi bagian dari upaya bersama membangun masa depan generasi Papua, " katanya.

Sementara itu, Letda Chk R.B. Agung menjelaskan keterlibatan personel Satgas berawal dari rasa kagum terhadap semangat gotong royong yang ditunjukkan para guru dan siswa.

"Kami melihat sendiri bagaimana para siswa membawa kayu dari rumah masing-masing sebagai bentuk kepedulian terhadap sekolah mereka. Semangat luar biasa itu membuat kami terpanggil untuk ikut membantu agar pembangunan pagar dapat segera selesai dan dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar, " ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara TNI, tenaga pendidik, siswa, dan masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen.

Selain memperbaiki sarana sekolah, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara Satgas dan masyarakat. Suasana penuh keakraban tampak sepanjang proses pembangunan, mulai dari pengangkutan kayu, pemasangan pagar, hingga penyelesaian pekerjaan secara bergotong royong.

Melalui aksi sosial ini, Satgas Pamtas RI–PNG Mobile Yonif 731/Kabaresi kembali menunjukkan bahwa tugas pengabdian di Papua tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Langkah sederhana yang dilakukan bersama masyarakat diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi Papua yang cerdas, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.

(PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |