adura (04/07/2026) - Dalam upaya memperkuat hubungan harmonis dengan sejumlah tokoh masyarakat (Tomas), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Madura, khususnya wilayah Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kangen Barat mengikuti kegiatan keagamaan berupa doa bersama dengan sejumlah tokoh masyarakat Desa Sawah sumur, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian kawasan hutan. Sabtu (04/07/2026).
Administratur Perhutani KPH Madura melalui Asisten Perhutani (Asper) BKPH Kangean Barat, Sarihol, menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama tidak hanya bertujuan meningkatkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga menjadi sarana membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur dan elemen khususnya tokoh masyarakat desa yang selama ini menjadi mitra strategis Perhutani dalam mendukung program-program pengelolaan hutan berkelanjutan, " pungkasnya.
"Kami berharap melalui kegiatan doa bersama ini, hubungan yang telah terjalin baik antara jajaran Perhutani dengan tokoh masyarakat Desa Paseraman semakin erat. Dengan komunikasi dan kebersamaan yang baik, berbagai program pelestarian hutan, pemberdayaan masyarakat, pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta upaya menjaga keamanan kawasan hutan dapat terlaksana secara optimal, " ujarnya.
Sementara itu, Tokoh masyarakat Desa Sawah sumur Bahri, menyampaikan apresiasi kepada Perhutani atas komitmennya dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh tokoh masyarakat Desa Paseraman melalui berbagai kegiatan sosial dan keagamaan. Menurutnya, sinergi yang terbangun menjadi modal penting dalam menciptakan suasana yang kondusif serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan.
"Kami menyambut baik kegiatan positif yang dilakukan Perhutani. Semoga kebersamaan melalui doa bersama ini membawa keberkahan, mempererat silaturahmi, dan semakin memperkuat kerja sama antara Perhutani, tokoh masyarakat desa dalam menjaga kelestarian hutan, " ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Perhutani KPH Madura menegaskan komitmennya untuk terus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh tokoh masyarakat, melalui pendekatan sosial, budaya, dan keagamaan sebagai bagian dari implementasi tata kelola hutan yang lestari, aman, dan memberikan manfaat bagi masyarakat secara berkelanjutan.@Red.

















































