Agam – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Perintis Indonesia (UPERTIS) resmi membuka kegiatan PKM Posyandu Bangkit di Posyandu Dahlia 4, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (11/7/2026). Program yang didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) ini akan berlangsung hingga September 2026 sebagai upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
Ketua Tim PKM, Dr. Feny Wartisa, S.SiT., MKM, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan sarana, tetapi juga peningkatan kapasitas kader Posyandu agar mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas dan berkelanjutan. Tim pelaksana juga terdiri dari Ns. Aldo Yuliano, S.Kep., MM, Risya Ahriyasna, S.Gz., M.Gz., Dietisien, serta didukung mahasiswa lintas program studi Universitas Perintis Indonesia.

"Kami berharap PKM Posyandu Bangkit tidak hanya memberikan bantuan sarana, tetapi juga meningkatkan kompetensi kader sehingga Posyandu mampu memberikan pelayanan yang lebih optimal, mandiri, dan berkelanjutan kepada masyarakat, meskipun dalam kondisi pascabencana, " ujar Dr. Feny Wartisa.
Sebelum pembukaan, tim PKM telah melaksanakan sosialisasi program dan Focus Group Discussion (FGD) pada 20 Juni 2026 di Aula Puskesmas Koto Alam. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Koto Alam, Wali Nagari Salareh Aia Timur, bidan desa, serta kader Posyandu Dahlia 4 untuk menyusun strategi pelaksanaan program sesuai kebutuhan masyarakat setempat.
Pada pembukaan program, Tim PKM juga menyerahkan satu paket peralatan Posyandu lengkap kepada Posyandu Dahlia 4. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dasar, mulai dari pelayanan ibu hamil, bayi, balita hingga pemantauan tumbuh kembang anak. Setelah penyerahan bantuan, tim bersama kader Posyandu melakukan penataan seluruh peralatan sebagai tanda dimulainya implementasi program.
Selama pelaksanaan hingga September 2026, PKM Posyandu Bangkit akan diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pelatihan kader, edukasi kesehatan ibu dan anak, penguatan kesiapsiagaan Posyandu dalam situasi bencana, pendampingan pengelolaan Posyandu, serta monitoring dan evaluasi. Melalui program ini, Universitas Perintis Indonesia berharap mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan Posyandu yang aktif, tangguh, dan berkualitas di wilayah kerja Puskesmas Koto Alam., (**)
















































