Lombok Utara, NTB – Warga Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, digegerkan oleh penemuan seorang pria yang meninggal dunia dalam posisi tergantung di dalam rumahnya sendiri, Jumat (04/04/2025) siang.
Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh seorang rekan korban, Sajudan (24), yang datang ke rumah korban sekitar pukul 13.30 WITA dengan maksud mengambil sepeda motor yang sebelumnya dipinjam korban. Namun, saat membuka pintu rumah, Sajudan langsung dibuat syok oleh pemandangan mengerikan: korban ditemukan sudah tidak bernyawa dalam posisi tergantung.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKP Punguan Hutahean, S.Tr.K., S.I.K., membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban diduga kuat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, namun hingga kini motif di balik tindakan tersebut masih dalam proses penyelidikan.
“Korban ditemukan dalam keadaan tergantung dan diduga merupakan korban bunuh diri. Namun penyelidikan lebih lanjut tetap kami lakukan untuk mengungkap kemungkinan lain terkait motif atau latar belakang kejadian ini, ” jelas AKP Punguan.
Pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi, dan memilih agar jenazah langsung dimakamkan secara layak oleh keluarga dan masyarakat sekitar.
“Kami menghormati keputusan keluarga yang menolak autopsi, namun tetap melakukan langkah-langkah penyelidikan sesuai prosedur untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam peristiwa ini, ” tambahnya.
Kejadian ini menambah daftar kasus serupa yang belakangan cukup marak terjadi di beberapa wilayah. Polres Lombok Utara mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi psikologis orang-orang terdekat, serta tak segan mencari bantuan ketika menghadapi tekanan atau masalah yang berat.
“Kami harap masyarakat tidak ragu untuk melibatkan tokoh masyarakat, aparat desa, maupun tenaga kesehatan jiwa jika ada keluarga atau warga yang terlihat mengalami tekanan psikologis berat. Pencegahan selalu lebih baik, ” pungkasnya.(Adb)