Kinerja Moncer Tahun 2025, PT Vale Bagikan Dividen dan Tegaskan Komitmen Energi Hijau

6 hours ago 2

JAKARTA, Indonesiasatu.co.id— PT Vale Indonesia Tbk kembali menorehkan capaian positif di tengah dinamika industri tambang global yang masih penuh tantangan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (2/6/2026), perusahaan tambang nikel tersebut menunjukkan optimisme besar terhadap masa depan industri hilirisasi dan energi hijau Indonesia.

RUPST yang dilaksanakan secara hybrid, baik tatap muka maupun virtual melalui platform eASY.KSEI, berlangsung lancar dengan seluruh agenda rapat memperoleh persetujuan pemegang saham. Persetujuan itu menjadi penegasan bahwa para investor masih menaruh kepercayaan tinggi terhadap strategi bisnis PT Vale, terutama dalam menjaga keberlanjutan usaha dan pengembangan proyek hilirisasi nikel rendah karbon.

Di tengah fluktuasi harga nikel dunia sepanjang tahun 2025, PT Vale justru mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 32 persen menjadi AS$76 juta. Capaian itu menjadi indikator kuat bahwa perusahaan berhasil menjaga efisiensi operasional sekaligus mempertahankan produktivitas di tengah tekanan pasar global.

Tak hanya laba bersih, pendapatan Perseroan juga tumbuh menjadi AS$990 juta atau naik sekitar 4 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara EBITDA perusahaan tercatat mencapai AS$228 juta. Stabilnya biaya produksi nikel matte turut menjadi faktor penting yang menopang performa keuangan perusahaan sepanjang tahun lalu.

Keberhasilan tersebut kemudian direspons positif oleh pemegang saham melalui persetujuan pembagian dividen tunai sebesar AS$45, 6 juta atau sekitar Rp749 miliar. Nilai itu setara dengan 60 persen dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025.

Dividen dijadwalkan dibayarkan pada 26 Juni 2026 kepada pemegang saham yang tercatat pada 12 Juni 2026. Sementara sebagian laba lainnya akan disimpan sebagai laba ditahan guna memperkuat pengembangan bisnis dan pembiayaan proyek-proyek strategis perusahaan ke depan.

Pembagian dividen dalam jumlah besar itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa kondisi keuangan PT Vale tetap berada dalam posisi sehat. Di sisi lain, langkah tersebut juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai tambah kepada pemegang saham tanpa mengesampingkan agenda ekspansi dan transformasi bisnis jangka panjang.

Selain kinerja keuangan, RUPST tahun ini juga menyoroti arah transformasi perusahaan menuju industri tambang yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. PT Vale terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan yang mendukung pengembangan energi hijau melalui pengelolaan nikel berkelanjutan untuk kebutuhan baterai kendaraan listrik dan transisi energi global.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan Dewan Komisaris Perseroan. Emily Olson mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden Komisaris dan Christopher McCleave mengakhiri masa tugasnya sebagai Komisaris. Sebagai penggantinya, pemegang saham menunjuk Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris baru Perseroan.

Perubahan tersebut disebut sebagai bagian dari penguatan kepemimpinan perusahaan agar lebih adaptif menghadapi perkembangan industri mineral kritis dunia yang semakin kompetitif. PT Vale juga ingin memastikan kesinambungan strategi transformasi bisnis, termasuk percepatan pembangunan proyek-proyek hilirisasi berbasis teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL).

Jajaran Direksi PT Vale sendiri masih dipimpin Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur dan Chief Executive Officer bersama sejumlah direksi lainnya yang membidangi operasional, strategi perusahaan, keuangan, pengembangan proyek, hingga keberlanjutan dan hubungan eksternal perusahaan.

Tak hanya itu, RUPST juga menyetujui penunjukan Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan yang merupakan anggota PricewaterhouseCoopers sebagai auditor independen untuk mengaudit laporan keuangan Perseroan tahun buku 2026.

Presiden Direktur dan CEO PT Vale Bernardus Irmanto menegaskan bahwa perusahaan akan terus bergerak maju memperkuat transformasi menuju perusahaan tambang mineral kritis yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.

Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global nikel rendah karbon yang dibutuhkan untuk mendukung transisi energi dunia. Karena itu, PT Vale berkomitmen untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Dividen yang kami tetapkan hari ini dan kemajuan proyek-proyek HPAL kami mencerminkan keyakinan kami terhadap posisi jangka panjang Indonesia sebagai sumber nikel rendah karbon dan bertanggung jawab bagi transisi energi global, ” ujar Bernardus Irmanto.

Ia menambahkan, PT Vale tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis semata, tetapi juga berupaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan pembangunan industri nasional secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan terus menjaga keseimbangan antara kinerja bisnis, keberlanjutan lingkungan, serta kontribusi nyata terhadap penguatan hilirisasi nasional dan ekonomi hijau Indonesia, ” tutupnya.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |