CILACAP — Keikutsertaan delegasi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto dalam ajang Probation Officer Camp (POC) Tahun 2026 terus menunjukkan progres positif. Memasuki hari Kamis (6/8), tim Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Purwokerto dengan antusias mengikuti agenda lanjutan yang berfokus pada pembekalan materi substantif terkait transformasi pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemasyarakatan.
Pada sesi krusial ini, Kepala Pusat Pembimbing dan Penilaian Kompetensi BPSDM Imigrasi dan Pemasyarakatan, Pujo Harinto, Bc.IP., S.Sos., M.Si., hadir secara langsung untuk memaparkan sebuah lompatan inovasi bertajuk "PK Bangkom". Platform pengembangan kompetensi berbasis digital tersebut diperkenalkan sebagai sarana pembelajaran yang berkesinambungan dan wajib diadopsi oleh seluruh petugas.
Di hadapan para peserta, termasuk jajaran dari Bapas Purwokerto, Pujo Harinto menekankan pentingnya adaptasi teknologi di tengah tantangan zaman. "PK Bangkom hadir untuk memastikan setiap insan Pemasyarakatan tidak tertinggal oleh zaman. Melalui platform pembelajaran digital ini, ruang untuk terus memperbarui kapasitas dan keilmuan terbuka tanpa batas ruang dan waktu, guna menunjang pelayanan yang semakin profesional, " tegas Pujo.
Paparan inovatif tersebut direspons dengan penuh kesiapan oleh jajaran Bapas Purwokerto. Kehadiran PK Bangkom dinilai sangat relevan dengan dinamika tugas di wilayah kerja Bapas Purwokerto, di mana para Pembimbing Kemasyarakatan kini dituntut untuk bekerja lebih cepat, akurat, dan melek literasi digital, terutama saat melakukan pendampingan maupun penyusunan laporan penelitian kemasyarakatan (Litmas).
Menyikapi arahan tersebut, Kepala Bapas Purwokerto, Nasirudin, langsung menegaskan instruksi kepada timnya untuk segera mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi buatan BPSDM tersebut sepulangnya dari acara. "Platform PK Bangkom ini adalah amunisi intelektual baru bagi kami. Saya memastikan seluruh Pembimbing Kemasyarakatan di Bapas Purwokerto akan berpartisipasi aktif dalam ekosistem digital ini untuk mengakselerasi kompetensi mereka, sehingga output pelayanan penegakan hukum kepada masyarakat bisa semakin tajam dan berdampak, " terang Nasirudin.
Keterlibatan aktif Bapas Purwokerto dalam menyerap materi inovasi di POC 2026 ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya belajar mandiri yang kuat di lingkungan kantor. Dengan berbekal literasi dan akses keilmuan baru melalui PK Bangkom, para Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Purwokerto ditargetkan tidak hanya tangguh secara mental, tetapi juga unggul secara kapasitas intelektual dalam menghadapi tantangan sistem peradilan yang kian kompleks.(Humas Bapas Purwokerto)
















































