Ponpes Syalafiyah Al-Dzikri Cetak Lulusan Berkualitas

1 week ago 8

Serang, Banten - Pembangunan nasional yang berfokus pada penciptaan generasi muda berkualitas dengan sumber daya manusia unggul sebagai modal pembangunan, terus mendapatkan dukungan dari berbagai institusi pendidikan. Salah satu pilar yang turut menunjang tujuan mulia ini adalah Pondok Pesantren Salafiah Al-Dzikri, yang sejak didirikan pada tahun 2010 Masehi, berkomitmen mencetak insan berkualitas dari sisi agama. Konsep pondok pesantren yang terintegrasi dengan pendidikan formal Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) menjadi landasan utama dalam mewujudkan visi tersebut.

Di bawah kepemimpinan KH Wawan Suwarman MD, Pondok Pesantren Al-Dzikri menerapkan sistem pendidikan yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang cerdas dan kompetitif. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan mutakhir, didukung oleh sistem manajemen pondok pesantren yang tangguh. Selain itu, pondok pesantren ini juga berupaya memastikan ketersediaan biaya pendidikan yang memadai, sehingga standar prestasi akademik dan non-akademik dapat terus ditingkatkan.

Ponpes Al-Dzikri, yang berlokasi di Jln. Raya Tatakan Km 06, Kp. Soyog, Ds. Taktakan, Kec. Taktakan, Kota Serang, telah mengantongi izin operasional yang sah dari Kemenag Kota Serang. Izin tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari Izop Aliyah, Tsanawiyah, Diniyah Salafiyah, hingga izin operasional pesantren dan Majelis Ponpes.

Menanggapi adanya komentar dan pernyataan terkait penahanan ijazah dan Surat Keterangan Lulus (SKL) beberapa santri, KH Ahmad Suwarman MD, saat ditemui di lokasi Ponpes Al-Dzikri pada Senin (3/8/2026), membantah keras tudingan tersebut. Beliau menegaskan bahwa tidak ada penahanan ijazah, raport, maupun SKL. “Ijazah merupakan hak santri, ” ujarnya. Namun, beliau menambahkan, santri diwajibkan untuk melunasi kewajiban pembayaran uang syahriyah atau bulanan dan biaya pemeliharaan.

KH Wawan Suwarman MD lebih lanjut menjelaskan, hingga saat ini belum ada alumni santri yang datang untuk mengambil dokumen mereka, padahal pihak pondok pesantren telah menyiapkan raport, ijazah, maupun SKL. “Datang kesini tidak bisa diwakilkan, datang santri ataupun wali santrinya, ” ungkapnya saat ditemui di kediamannya pada Jumat, 11 Juli 2025.

Pihak Ponpes Al-Dzikri telah menyiapkan ijazah Aliyah maupun Tsanawiyah. “Iya kalau mau keluar ijazah kita sudah siapkan, tapi harus membayar tunggakan. Iya kalau tidak mampu membuat keterangan SKTM, kami juga manusia punya rasa toleransi, ” jelasnya, menunjukkan adanya fleksibilitas dalam pembayaran bagi santri yang kurang mampu.

Meskipun ada isu yang beredar, proses belajar mengajar di Ponpes Al-Dzikri dilaporkan berjalan normal. Para santri tetap menjalankan rutinitas harian yang telah ditentukan, dan berbagai acara diselenggarakan dengan khusyuk dan khidmat, menunjukkan keberlangsungan kegiatan pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |