Strategi Licik OPM: Berlindung di Balik Warga, Jadikan Masyarakat Papua Tameng Hidup

20 hours ago 5

PAPUA - Konflik di Papua kembali memanas dengan taktik berbahaya yang digunakan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM). Demi menghindari tindakan tegas dari aparat keamanan, kelompok ini diduga memanfaatkan warga sipil sebagai tameng hidup, menyusup ke komunitas masyarakat untuk menghindari deteksi. Kamis 3 April 2025.

Aksi ini semakin menyulitkan upaya penegakan hukum serta menciptakan dilema bagi masyarakat Papua yang tidak terlibat dalam konflik. Mereka terjebak di antara dua kepentingan: kelompok separatis yang menekan mereka untuk memberikan dukungan dan aparat keamanan yang berusaha mengembalikan stabilitas di wilayah tersebut.  

Warga Papua Terjebak dalam Ketakutan  

Banyak warga sipil yang merasa terpaksa tunduk pada tekanan OPM demi keselamatan mereka. Jika menolak bekerja sama, mereka bisa dicap sebagai pengkhianat dan menjadi sasaran ancaman. Di sisi lain, interaksi dengan aparat keamanan juga berisiko membuat mereka dicurigai sebagai simpatisan kelompok separatis.  

“Tidak ada jalan yang benar bagi kami. Kami hanya ingin hidup damai, tetapi kini kami terus-menerus berada dalam situasi yang tidak kami pilih, ” ujar seorang warga Kabupaten Nduga yang enggan disebutkan namanya.  

Kehidupan masyarakat adat yang bergantung pada pertanian dan perikanan kini berada dalam tekanan besar. Ancaman dari OPM membuat banyak warga sulit beraktivitas, sementara situasi keamanan yang tidak menentu semakin memperburuk kondisi ekonomi mereka.  

Tokoh Adat dan Pemimpin Masyarakat Serukan Kedamaian 

Para pemimpin adat dan tokoh masyarakat Papua menyampaikan keprihatinan mereka atas situasi ini. Mereka mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan hanya akan semakin memperburuk kondisi kehidupan masyarakat Papua.  

“Kami berharap semua pihak dapat mencari solusi damai, bukan malah menjadikan warga sebagai korban dari kepentingan politik dan kekuasaan, ” ungkap seorang tokoh adat setempat.  

Sementara itu, aparat keamanan terus berupaya menindak kelompok separatis dengan strategi yang lebih hati-hati agar tidak membahayakan masyarakat sipil. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk melindungi warga Papua dari segala bentuk ancaman dan memastikan keamanan mereka tetap terjaga.  

Taktik OPM yang menjadikan warga sipil sebagai tameng hidup menjadi bukti bahwa kelompok ini lebih mengutamakan kepentingan mereka sendiri ketimbang keselamatan masyarakat. Kini, warga Papua hanya bisa berharap agar kedamaian segera kembali ke tanah mereka, tanpa harus terus hidup dalam bayang-bayang ketakutan. (APK/Red1922)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |