PAPUA - Suasana damai ibadah Minggu pagi di sebuah gereja di Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, seketika berubah menjadi kepanikan dan duka mendalam. Kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) diduga kuat menjadi dalang di balik serangan brutal yang menargetkan jemaat yang tengah beribadah.
Kesaksian warga yang selamat mengungkap momen mencekam saat kelompok bersenjata tiba-tiba melepaskan tembakan ke arah jemaat yang tak berdaya. Suara doa yang tadinya memenuhi ruangan seketika berubah menjadi jeritan ketakutan. Beberapa jemaat mencoba menyelamatkan diri, tetapi banyak yang terjebak dalam serangan mendadak tersebut.
Setelah melakukan penembakan, kelompok OPM dilaporkan membakar gereja hingga rata dengan tanah. Api melahap bangunan beserta semua perlengkapan ibadah di dalamnya, menyisakan puing-puing sebagai saksi bisu tragedi memilukan ini.
Korban Berjatuhan, Warga Terpaksa Mengungsi
Berdasarkan laporan awal dari pihak berwenang, setidaknya sembilan orang tewas akibat serangan ini, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Tim medis bersama aparat keamanan saat ini tengah melakukan evakuasi korban dan memberikan perawatan darurat.
Situasi mencekam ini juga membuat ratusan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka demi mencari perlindungan ke daerah yang lebih aman. Beberapa gereja di sekitar wilayah tersebut telah membuka pintu mereka untuk menampung para pengungsi sementara.
Aparat Bertindak, Keamanan Diperketat
Merespons kejadian ini, TNI-Polri langsung meningkatkan pengamanan di wilayah Puncak dan sekitarnya. Operasi penyisiran telah dilakukan untuk mencari dan menindak kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas aksi keji ini.
Pemerintah juga berjanji untuk memberikan bantuan bagi para korban yang selamat, serta melakukan upaya pemulihan bagi masyarakat terdampak. Organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia telah mengirimkan bantuan medis dan logistik guna meringankan penderitaan para korban.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kekerasan yang terjadi di Papua, meninggalkan luka mendalam bagi para jemaat dan seluruh masyarakat. Hingga kini, tragedi ini menjadi pengingat betapa pentingnya perdamaian dan keamanan bagi warga yang tinggal di daerah konflik. (APK/Red1922)