BARRU – Program bedah rumah di Kabupaten Barru, khususnya di Kecamatan Tanete Riaja, disebut berjalan dengan baik. Namun, sejumlah penerima manfaat mengeluhkan kualitas bahan bangunan yang disalurkan.
Keluhan tersebut berkaitan dengan jenis kayu yang diterima. Beberapa penerima manfaat menduga kayu yang digunakan tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi yang diharapkan.
Salah seorang penerima manfaat di Desa Mattirowalie, yang meminta identitasnya disamarkan dengan inisial MT/A, mengaku kusen yang diterimanya terbuat dari kayu jati putih.
"Kusen yang diberikan kepada kami adalah kusen dari kayu jati putih, " ujarnya kepada Media Indonesia Satu, Selasa (5/8/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan keluarga penerima manfaat lain berinisial AJ. Ia mengatakan papan dan balok yang diantarkan pelaksana menggunakan kayu yang dinilainya berkualitas rendah, dan diduga terdapat campuran kayu pinus.
"Papan dan balok di tempat saya kayunya lemah, ada kayu pinus, " ungkapnya, Senin (3/8/2026).
Menanggapi informasi tersebut, masyarakat berharap pihak terkait segera melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program bedah rumah yang saat ini masih berlangsung. Apabila ditemukan adanya ketidaksesuaian dengan ketentuan atau spesifikasi yang telah ditetapkan, diharapkan dilakukan evaluasi dan langkah perbaikan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, seorang tukang yang mengaku terlibat dalam salah satu proyek bedah rumah, Agus, menyatakan bahwa pengadaan bahan bangunan dilakukan oleh pihak pelaksana, bukan oleh penerima manfaat. Ia juga mengklaim jenis kayu yang digunakan tidak sesuai dengan hasil rapat.
"Bahan dibelanjakan oleh pihak pelaksana, bukan penerima manfaat, dan kayunya tidak sesuai hasil rapat, " kata Agus.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana maupun instansi terkait mengenai keluhan tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan.
(red-jni)
















































