BANDUNG BARAT — Panglima Kodam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., memberikan pengarahan kepada Siswa Diklat SPPI KDKMP dan KNMP di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada pukul 13.00 WIB tersebut dilaksanakan dengan pakaian PDL TNI Malvinas dan diikuti oleh para peserta diklat sebagai bagian dari pembekalan karakter, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, serta kesiapan pengabdian dalam mendukung pembangunan nasional dari tingkat desa, kelurahan, hingga wilayah kampung nelayan.
Dalam kegiatan tersebut, Pangdam III/Siliwangi didampingi Asops Kasdam III/Siliwangi, Aspers Kasdam III/Siliwangi, Aster Kasdam III/Siliwangi, serta para Dansat/Kabalakdam III/Siliwangi.
Dalam arahannya, Pangdam III/Siliwangi menegaskan bahwa bela negara pada era saat ini harus dipahami secara luas dan kontekstual. Bela negara tidak hanya berkaitan dengan kesiapan militer, tetapi juga mencakup kesadaran, sikap, dan tindakan nyata setiap warga negara dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pengabdian sesuai peran, profesi, dan kapasitas masing-masing.
“Bela negara bukan hanya slogan. Bela negara harus hadir dalam aksi nyata, dalam kerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memberi manfaat bagi masyarakat, ” tegas Pangdam.
Pangdam menyampaikan bahwa para siswa Diklat SPPI KDKMP dan KNMP memiliki peran strategis sebagai calon penggerak pembangunan bangsa. Karena itu, setiap peserta harus mampu membangun jiwa nasionalis, patriotis, dan profesional dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Menurutnya, nasionalisme harus diwujudkan dalam kesadaran bahwa pembangunan desa, kelurahan, dan kampung nelayan merupakan bagian tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. Patriotisme harus tercermin dalam kesediaan mengabdi, menjaga amanah, mengutamakan kepentingan rakyat, serta berani menolak segala bentuk penyimpangan. Sementara itu, profesionalisme harus menjadi standar kerja melalui disiplin, integritas, akuntabilitas, kompetensi, dan orientasi hasil.
Pangdam juga menekankan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari penguatan ekonomi rakyat dan ketahanan nasional. Koperasi desa harus menjadi instrumen gotong royong ekonomi, penguatan usaha lokal, distribusi kebutuhan masyarakat, serta peningkatan kesejahteraan warga. Sementara kampung nelayan harus menjadi basis pemberdayaan masyarakat pesisir, ketahanan maritim, dan kedaulatan pangan laut.
“Ketika koperasi desa sehat, ekonomi rakyat semakin kuat. Ketika kampung nelayan berdaya, ketahanan maritim bangsa semakin kokoh. Inilah bentuk nyata bela negara di bidang pembangunan, ” ujarnya.
Lebih lanjut, Pangdam mengingatkan bahwa para penggerak pembangunan harus hadir langsung di tengah masyarakat, memahami persoalan riil di lapangan, membangun kolaborasi, serta mampu menyusun rencana aksi yang sesuai dengan kebutuhan warga. Peserta diklat tidak hanya dituntut memahami konsep bela negara, tetapi juga harus mampu menerjemahkannya dalam program yang konkret, terukur, dan berdampak.
Dalam konteks tantangan informasi digital, Pangdam III/Siliwangi juga menekankan pentingnya literasi digital sebagai bagian dari bela negara. Menurutnya, penggerak pembangunan harus mampu menjadi penyampai informasi yang benar, penjernih isu, serta penjaga kepercayaan publik agar masyarakat tidak mudah terpengaruh hoaks, provokasi, disinformasi, maupun narasi yang dapat memecah persatuan.
Pangdam menegaskan bahwa ancaman terhadap bangsa saat ini tidak hanya berbentuk ancaman fisik, tetapi juga dapat berupa kemiskinan, ketimpangan, konflik sosial, lemahnya kelembagaan lokal, rendahnya literasi publik, disinformasi, dan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap negara. Oleh sebab itu, bela negara harus diwujudkan dalam kerja pembangunan yang memperkuat ketahanan masyarakat.
“Setiap peserta harus menjadi teladan. Hadir di tengah rakyat, bekerja dengan hati, menjaga integritas, menggerakkan kolaborasi, dan memastikan setiap program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” tutur Pangdam.
Melalui pengarahan tersebut, Pangdam III/Siliwangi berharap para siswa Diklat SPPI KDKMP dan KNMP mampu menjadi kader penggerak pembangunan yang berkarakter kuat, nasionalis, patriotis, profesional, disiplin, berintegritas, dan siap mengabdi kepada bangsa dan negara.
Ia menegaskan bahwa Indonesia yang kuat tidak hanya dibangun oleh kekuatan pertahanan, tetapi juga oleh masyarakat yang mandiri, koperasi yang sehat, kampung nelayan yang berdaya, pelayanan publik yang jujur, serta pemimpin-pemimpin lapangan yang bekerja secara tulus dan profesional.
“Bela negara hari ini harus hadir dalam kerja nyata. Setiap pengabdian yang dilakukan dengan jujur, setiap program yang membawa manfaat bagi rakyat, dan setiap upaya memperkuat kemandirian masyarakat adalah bagian dari pertahanan bangsa, ” pungkas Pangdam.
Dasar penguatan narasi diambil dari materi “Bela Negara dalam Aksi Nyata” yang menekankan integrasi nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme bagi penggerak pembangunan bangsa, termasuk dalam konteks Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. (PERS)
















































