MOROWALI, Sulawesi Tengah– Pemerintah Kabupaten Morowali terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan sekolah percontohan di sejumlah wilayah. Pada tahun anggaran 2026, Pemkab Morowali mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 miliar untuk membangun 10 sekolah percontohan, yang terdiri atas lima Sekolah Dasar (SD) dan lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di lima kecamatan.
Program tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Morowali, Arifin Lakane, S.Pd., M.Pd., kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Kamis (2/7/2026).
Arifin menjelaskan, pembangunan sekolah percontohan merupakan salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Morowali dibawah kepemimpinan Bupati Iksan dan Wakil Bupati Iriane iliyas dalam mewujudkan pemerataan layanan pendidikan yang berkualitas. Pada tahap pertama, pembangunan dilaksanakan di lima kecamatan dengan masing-masing satu SD dan satu SMP.
Sekolah yang menjadi lokasi pembangunan yakni SDN Solonsa dan SMPN 1 Witaponda di Kecamatan Witaponda, SDN 1 Parilangke dan SMPN 1 Bumi Raya di Kecamatan Bumi Raya, SDN 6 Bahoruru dan SMPN 2 Bungku Tengah di Kecamatan Bungku Tengah, SDN 1 Labota dan SMPN 1 Bahodopi di Kecamatan Bahodopi, serta SDN Tangofa dan SMPN 1 Bungku Pesisir di Kecamatan Bungku Pesisir.
Menurut Arifin, pembangunan sekolah percontohan tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung yang representatif, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan sistem pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan berbagai langkah pendukung agar sekolah-sekolah tersebut benar-benar menjadi model bagi sekolah lainnya di Morowali.
"Jadi kita tidak hanya fokus pada pembangunan fisik sekolah, tetapi juga pada proses pembelajarannya. Sekolah-sekolah ini nantinya menjadi sekolah percontohan yang memiliki kualitas layanan pendidikan yang lebih baik, " ujarnya.
Untuk mendukung peningkatan mutu pembelajaran, Dinas Pendidikan Morowali telah menjalin koordinasi dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tengah. Bahkan, Kepala BGTK Sulawesi Tengah telah berkunjung langsung ke Morowali untuk melihat progres pembangunan dan menyatakan kesiapan memberikan pendampingan dalam pengembangan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah percontohan.
Selain itu, Dinas Pendidikan Morowali juga berencana melakukan koordinasi dengan sejumlah dinas pendidikan di daerah yang telah menerapkan konsep sekolah percontohan. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi dalam penerapan sistem pembelajaran, penguatan kompetensi guru, hingga tata kelola sekolah yang lebih baik.
Arifin menuturkan, pembangunan sekolah percontohan di lima kecamatan ditargetkan rampung pada tahun ini (Akhir 2026). Setelah itu, program akan dilanjutkan secara bertahap ke kecamatan lainnya, seperti Bungku Barat, Bungku Timur, Menui Kepulauan, Bungku Selatan dan Sambori sehingga seluruh kecamatan di Kabupaten Morowali nantinya memiliki sekolah percontohan.
Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Morowali juga terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan tenaga pendidik. Saat ini, pemerintah daerah masih mengalokasikan anggaran sekitar Rp30 miliar setiap tahun untuk pembayaran guru non-ASN, sembari terus mengupayakan regulasi yang dapat memberikan kepastian status dan peningkatan kesejahteraan bagi para guru.
"Melalui pembangunan sekolah percontohan ini, Pemkab Morowali berharap mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas, meningkatkan kompetensi peserta didik dan tenaga pendidik, serta menciptakan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Kabupaten Morowali sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, " pungkas mantan Kadis Kominfo Morowali itu.
















































