PANGANDARAN JAWA BARAT - Tak cuma Jakarta, aksi demonstrasi rusuh yang merusak banyak fasilitas umum mulai merembet ke wilayah-wilayah dibeberapa daerah di Indonesia.
Kerusuhan tersebut bermula ketika aksi unjuk rasa ke gedung DPR RI dan adanya korban yang meninggal salam aksi demonstrasi itu menyulut amarah masyarakat Indonesia.
Dalam rangka mengantisipasi potensi kerusuhan yang dapat mempengaruhi keamanan daerah, tokoh masyarakat Pangandaran telah mengambil langkah proaktif menyiapkan 2.000 orang untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pangandaran.
Tokoh masyarakat Pangandaran Anggi Rusdiana mengatakan, langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan dan tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan dan stabilitas daerah.
"Dengan melibatkan 2.000 orang dari berbagai elemen masyarakat, kita berharap dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Pangandaran. Kami tidak ingin situasi keamanan yang buruk terjadi di daerah kita, " kata Anggi Minggu, (31/8/2025).
Rencana ini melibatkan berbagai komponen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, kelompok masyarakat, dan aparat keamanan. Mereka akan bekerja sama untuk memantau situasi keamanan dan melakukan tindakan preventif jika diperlukan.
Ditempat yang sama, Adi Pranyoto juga mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap waspada dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak benar.
"Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama-sama. Jangan mudah percaya pada berita yang tidak jelas sumbernya, " ujar Adi.
Dengan langkah ini, diharapkan Pangandaran dapat tetap menjadi daerah yang aman dan damai, serta terhindar dari dampak negatif kerusuhan yang mungkin terjadi di tempat lain. Keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi prioritas utama dalam upaya ini. (*)